Anak Kampung Pindah Rumah

Tinggalkan komentar

Untuk menyukseskan program anak kampung pikiran global, saya berinisiatif pindah rumah. Nah, ini rumah saya yang baru. lebih meriah :D

www.ibnuflp.com

Ruang Hatimu Selalu Lebih Hangat Dari yang Kuduga

Tinggalkan komentar

Mulanya mimpi ini sederhana saja. Hanya ingin mengekalkan senyum dua mata cinta, ayah dan ibu. Mengingat, telah begitu banyak butiran peluh yang menguap dari tubuhmu. Belum lagi pedih dan getir yang kalian redam diam-diam. Semuanya tergadaikan, agar diri ini selalu dalam kebaikkan.
More

Dalam Keterbatasan Kita, Allah Titipkan Cinta

2 Komentar

Dalam keseharian kita bisa menyaksikan, bagaimana Allah menciptakan kondisi hambaNya dengan macam rupa. Allah lebihkan sebagiannya, dan Allah uji sebagian lainnya dengan jauh dari kata cukup. Tapi entah mengapa? diri ini lebih sering menilai semua itu sebagai fenomena hidup yang lumrah, bukan dengan kaca mata keimanan. Padahal ada cerminan cinta Allah di sana, yang semestinya bisa membuat diri ini lebih bersyukur.

Sebab, dalam segala keterbatasan yang orang lain miliki, sebenarnya bisa saja Allah limpahkan kepada kita. Akan tetapi, Allah menangguhkannya atau sama sekali memang menjaga kita agar tak mengalami keterbatasan itu. Lantas, bila hati ini bertanya di mana cinta Allah ketika itu, sebenarnya inilah cara Allah menjawab cinta.
More

Memahami Kehendak Jiwa

3 Komentar

Sekali waktu mungkin kita pernah berfikir untuk menarik tuas waktu kehidupan kita. Lalu terlempar jauh ke masa lalu. Tepatnya, saat pertama kali kita berdiri di persimpangan, lalu memutuskan untuk mengambil jalan hidup yang sekarang ini. Di sana nanti, kita hanya ingin menemukan jawaban dari sebuah pertanyaan sederhana, mengapa dulu aku mengambil jalan ini?
More

Ketika Langit Cemburu Padamu

2 Komentar

Tak ubahnya puisi, yang keindahannya tersembunyi dalam bait. kau terjaga dalam indahnya pilihan kata. Terjalin anggun dalam guratan makna. Itulah pesona tentang dirimu yang pantas disematkan. Bukan kiasan yang terlontar begitu saja. Kau pantas menerimanya, karena kesungguhan dirimu menjaga diri dan sebongkah hati.

Ya. Ada pesona yang tersembunyi dalam teduhnya wajahmu. Pesona yang terpancar karena teguhnya dirimu menjaga kesucian cinta Tuhan. Kau merawatnya baik-baik. Meski terkadang kau harus rela menanggung beban, sesekali menitikkan air mata untuk meredam ketakutan. Tapi kau merahasiakan segala luka. Sebab bagimu, mengutuhkan cinta Tuhan itu adalah harta yang tak ternilai.

More

Pesona Melayu di mesjid Al Azizi

6 Komentar

Cahaya matahari pecah di kubah mesjid Al Azizi, Tanjung Pura. Warna bangunannya yang kuning keemasan menjadi kian merona. Siang itu matahari memang sedang teriknya. Setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Medan saya turun dari Jumbo (nama angkutan Medan – Aceh), seketika itu pula saya disergap kekaguman yang tak terkira. Di hadapan saya mesjid Al Azizi berdiri dengan megahnya. Pagarnya yang luas seolah hendak memeluk siapa pun. Tunai juga mimpi itu, saya bergumam. Lalu meraih sebuah notes kecil, melingkari resolusi no 18 dalam hidup saya.
More

Mencemburui Kupu-Kupu

6 Komentar

Sekuntum kenanga terayun-ayun basah
Jutaan tasbih di langit baru saja usai basahi bumi
Dengan kepaknya yang lembut
kupu-kupu datang coba merayu
*
Tapi kenanga tengah sibuk meneguhkan tangkainya
Sebab kuntum masih terbungkus bulir-bulir rinai
Bukan masa yang tepat menyambut jamuan
Kupu-kupu pun berlalu pasrah
More

Menceraikan Kemalasan

2 Komentar

Rumitnya malas itu tak berwujud. Ia datang bak cendawan di musim hujan, diam-diam lalu merajai. Bagi pribadi yang lalai, kehadiran malas memang sangat nikmat. Memanjakan sekaligus memberikan janji indah bahwa masalah akan tuntas pada waktunya.

Siapa yang tak tergoda dengan janji demikian. Masalah bisa tuntas tanpa kerja keras. Hanya saja bila kita mau jeli untuk mencermati kemalasan ini, kita akan sadar bahwa malas adalah jebakan perasaan yang tersembunyi.
More

Jalan Cinta yang Semestinya Kau Ada

13 Komentar

Tidak ada yang asing di sini. Karena Kita datang dengan wajah yang sama. Mencerahkan dunia dengan cinta. Pun aku datang lebih awal, mungkin itu sudah takdirku untuk menyambutmu. Selanjutnya, kita bersama-sama saling menguatkan. Di jalan yang sama, jalan cinta bertabur kebajikan.

More

Surat Terkahir Yusuf

1 Komentar

Tak pernah-pernah rumahku kedatangan tukang pos. Sore ini saat aku dan ayah sedang duduk di serambi rumah, seorang lelaki berseragam coklat mengejutkan kami. Tampilannya rapi. Ia datang dengan menggunakan sepeda motor berwarna orange. Ada dua buah kantong besar bergantung di jok sepeda motornya. Ia menghampiri kami, dan dengan santunnya sepucuk surat ia berikan kepada ayah.
“maaf pak, terima kasih. Saya harus buru-buru” ucapnya dengan senyum. Ketika ayah memintanya untuk masuk dulu ke rumah.
Lalu ia menyodorkan tanda terima kepada ayah. Tiba-tiba tersirat raut muka yang lain dari wajah ayah. Ah, aku paham. Ayah tak bisa menulis. Seketika kuraih buku tanda terima itu dari tangan ayah. aku pun membubuhkan tanda tanganku di bukunya.
“Terima kasih” ucapnya, dengan sopan lelaki berseragam itu pun mohon pamit.
Hatiku berdebar karena ternyata surat itu datang dari negeri nun jauh di sana, Belanda. More

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.