NULL

“Selama kau masih bernafas, kau berjuanglah,” Glass

Mulanya saya penasaran, mengapa film besutan Alejandro Gonzales Inarritu ini berhasil menyabet banyak penghargaan. Selain itu, kehadiran Leonardo de Caprio dalam film ini juga menjadi pertimbangan. Sebab, aktor satu ini memang cukup ciamik dalam berakting.

The Revenant, bercerita tentang para pemburu. Mereka terlibat konflik dengan suku Indian Ree. Sebenarnya ini  bukan konflik mereka secara langsung. Hanya saja, salah seorang perempuan dari suku Indian ini diculik oleh pemburu lainnya. Hal inilah yang membuat suku Indian Ree berang. Mereka jadi beringas, membunuh para pemburu mana pun yang ada.

Suatu ketika, Hugg Glass yang diperankan oleh Leonardo de Caprio diserang beruang Grizzly. Bagi saya, ini merupakan scene ini cukup dramatis. Glass dicabik-cabik Grizlly. Beruntung, di tengah siksaan binatang buas tersebut, ia akhirnya berhasil menyelamatkan dirinya dengan membunuh beruang besar itu.

Peristiwa inilah yang kemudian membuat alur cerita semakin dramatis. Sebab terjadi perdebatan di antara para pemburu. Apakah meninggalkan Glass atau membawanya ikut dalam perjalanan pulang. Saat itu kondisi mereka memang cukup pelik. Badai salju yang ganas menghadang mereka sepanjang perjalanan. Sementara di belakang mereka, para suku Indian Ree terus mengejar dengan amarah.

revenant2015

Di antara kebimbangan tersebut, akhirnya diputuskan bahwa Glass tetap tinggal dengan ditemani beberapa pemburu lain. Siapapun yang bersedia menemani, maka mereka akan diberi bayaran. Nyaris tidak ada yang bersedia. Selain Hawk yang merupakan anak kandung Glass dan Bridger temannya. Mereka pun memohon agar ada pemburu lain yang bersedia. Kedua orang ini rela memberikan upahnya itu untuk siapapun yang mau menemani Glass.

Saat itulah, Fitzgerald yang merupakan tokoh antagonis dalam film ini melihat sebuah kesempatan. Ia pun bersedia menemani Glass dengan tambahan upah dari dua anak muda ini. Fitzgerald berupaya membunuh Glass, namun aksi jahatnya itu diketahui Hawk. Akibatnya, ia justru membunuh Hawk di depan Glass.

Glass pun sangat marah sebab ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong anaknya itu. Fitzgerald pun berupaya mengubur hidup-hidup Glass. Lalu pergi menembus badai salju yang kian ganas itu. Ia mengira, Glass akan mati dengan sendirinya. Tapi, Glass telah menyimpan dendam dalam dirinya. Inilah yang membuat ia terus bertahan. Ia berupaya untuk hidup dan mencari pembunuh anaknya itu. Cerita selanjutnya kian dramatis. Sebab, Glass harus berjuang sendiri untuk menyembuhkan lukanya di tengah salju yang dingin.

THE REVENANT Copyright © 2015 Twentieth Century Fox Film Corporation. All rights reserved. THE REVENANT Motion Picture Copyright © 2015 Regency Entertainment (USA), Inc. and Monarchy Enterprises S.a.r.l. All rights reserved.Not for sale or duplication.

 

Kalau melihat setting dan alur ceritanya. The Revenant mirip dengan film The Greey yang dibintangi aktor kawakan Liem Nesson, yang juga bercerita tentang survive dalam keterbatasan. Tapi secara adegan dan setting, film ini memang jauh lebih menarik. Nasib Frizgerald dalam film ini menjadi kunci cerita. Meskipun sudah tertebak, para penonton tentu saja menjadi bertanya-tanya bagaimana akhir hidup dari tokoh antagonis ini.

Cinta dan dendam memang bisa menjadi kekuatan besar dalam diri seseorang. Meskipun demikian, keduanya tetap saja tidak bisa berpadu. Inilah yang kemudian disadari Glass. Kesadaran ini justru ia temukan saat berhadapan dengan sosok yang paling ia benci, Frizgerald.

“Kau datang sejauh ini hanya untuk balas dendam?”

“Kau menikmatinya Glass?”

“Karena semua ini tidak akan mengembalikan anakmu”

Glass pun terdiam…

 

Iklan