Cari

Narasi Kearifan

Pada hidup yang sebentar, menjadi berarti adalah mutlak

Kategori

Puisi

Demi Bunda…

486314_604952522848540_189787161_n

 

Di sepanjang gang kecil itu kita berlari

Aku mendahuluimu.

Membiarkanmu yang tertinggal jauh.

Aku tak peduli.

Kau tahu, untuk hal lainnya aku rela kalah.

Tapi untuk mencintai bunda, memeluknya dengan penuh cinta,

Aku selalu ingin yang utama.

Iklan

Mencemburui Kupu-Kupu

Sekuntum kenanga terayun-ayun basah
Jutaan tasbih di langit baru saja usai basahi bumi
Dengan kepaknya yang lembut
kupu-kupu datang coba merayu
*
Tapi kenanga tengah sibuk meneguhkan tangkainya
Sebab kuntum masih terbungkus bulir-bulir rinai
Bukan masa yang tepat menyambut jamuan
Kupu-kupu pun berlalu pasrah
Continue reading “Mencemburui Kupu-Kupu”

TOGA

Toga

Masamu sehari saja

Tapi, berbilang hari meletakkanmu di atas kepala

Ruang Kerja, 14 Oktober 2011
Puku; 23;26 WIB
*Dalam simphony kenny G, The Moment

Perempuan Idaman

Apa jadinya

Bila dalam keramaian perempuan terjaga lisannya

Dipilihnya kata agar tak ada yang luka

Bila ada yang mencela tetap santun tuturnya

Jangankan pemuda, duda pun akan terpesona
Continue reading “Perempuan Idaman”

Menangguh Reda

Bukankah petang tadi telah kita saksikan bersama

Kemarau pecah ditusuk rinai

pucuk-pucuk cempaka pun bersimponi dicumbu bulirnya

Bertaburlah tasbih gemakan semesta
*

Continue reading “Menangguh Reda”

Menimbun Resah

Apakah memang terlalu mahal
Sampai tak cukup waktu menjadikannya tunai

Mengapa tak coba resapi maksud
Pada dua mata cinta yang malamnya selalu sendu
Continue reading “Menimbun Resah”

Jejak

Mengapa berhenti
Bukankah dulu kau yang bersemangat mengejar matahari
Kau yang ajak aku menari di tengah hujan
kau yang mampu tertawa meski kaki tertikam duri

Sungguh, aku kehilangan jejakmu kawan
Jejak yang membuat hatiku tertawan

Ruang Redaksi, 27 Juni 2011
Pukul 13;42 WIB

Menggadai Maaf

Pernah sekali kita tak saling sapa

Hati kita pun merentang jarak

Menjamu curiga, menepis rindu

Continue reading “Menggadai Maaf”

Menghitung Surga

Terhadap surga

Rindu kita mungkin tak seragam

Iman kita pun tak sama ranumnya

Continue reading “Menghitung Surga”

Senandung Resah Jalinan Cinta

Apa yang dikhawatirkan tiba juga

Setelah menahun menanggung rasa

Tubuh tambun itu kini terbujur kaku

Tuntas sudah pengembaraanmu

Wahai, jalinan cintaku

*

Continue reading “Senandung Resah Jalinan Cinta”

Bersih Itu Sekerat Iman

Kata Rasulullah

Bersih itu sekerat dari iman

Menjaganya adalah keharusan

Bila mengabaikannya

Alamatlah diriku berteman kan setan

Continue reading “Bersih Itu Sekerat Iman”

Pemuda Idaman

Apa jadinya?

Bila azan menggema

Para  pemuda berhambur menuju mesjid

Tentulah cemburu bidadari langit

Apalagi bidadari dunia sukses ia pingit

*

Continue reading “Pemuda Idaman”

Semesta Cinta

Petang itu kukira kau becanda

kau raih lenganku untuk telusuri tepian  desa

Sementara langit sedang sendu

Bukan jeda yang tepat untuk memadu rindu

Continue reading “Semesta Cinta”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑