Cari

Narasi Kearifan

Pada hidup yang sebentar, menjadi berarti adalah mutlak

Bajrangi Bhaijaan: Bahasa Cinta yang Sunyi

bajrangi_bhaijaan_salman_khan-wide

Bagi yang menggemari film-film India khususnya bertema keluarga, Bajrangi Bhaijan adalah pilihan yang tepat. Film yang baru dirilis pada 17 Juli 2015 ini telah banyak menarik perhatian. Dalam 12 hari saja, film yang disutradai Kabir Khan ini telah meraup Rp. 545 Milyar. Jumlah tersebut sukses memecah rekor box office Bollywood.

Continue reading “Bajrangi Bhaijaan: Bahasa Cinta yang Sunyi”

Iklan

I Want Go To London

DSC02717

Minggu malam saya bela-belain gak tidur sebelum pukul 12 malam. Malam itu, adalah hari terakhir bursa transfer premier league. Sebagai fans Arsenal saya berdebar apakah di menit-menit akhir transfer ini Arsene Wenger akan membeli striker baru. Mengingat, pada musim lalu Arsenal membeli pemain pada window transfer seperti ini.
Di lini masa fanspage Arsenal, orang-orang juga pada heboh. Sama seperti saya, mereka juga berdebar menunggu siapa kira-kira pemain baru yang akan diboyong ke Emirates Stadium. Mereka terus menduga-duga, beberapa pemain bintang santer terdengar akan berseragam The Gunners.
Continue reading “I Want Go To London”

Apa Kabarnya Rindu?

IMG_20150321_184038_HDR

Tak terasa, pekan pertama Ramadhan telah berlalu. Sejauh ini, tentu banyak yang harus dievaluasi. Seperti niat yang tak terjaga, ibadah yang kurang sempurna atau hati yang sering kali tercemari. Hari-hari setelah ini akan semakin berat. Buktinya, banyak orang telah meredupkan semangat. Dan bisa jadi diri ini adalah salah satunya.
Continue reading “Apa Kabarnya Rindu?”

Undangan Tarmizi

10
Kalau saja yang mengundang bukan Tarmizi, tentu Karim tak akan datang. Karena Baginya, Tarmizi lebih dari sekadar sahabat. Lama mereka hidup bersama. Susah senang mereka sejiwa. Kalau memakai istilah, tidur pun sebantal. Rasanya itu sudah cukup menggambarkan, bahwa persahabatan Karim dan Tarmizi seperti getah karet glasi di kebun-kebun PTPN sana, lekat sekali.
Di letakkan Tarmizi undangan itu begitu saja di meja kopi. Karim yang tengah menyeruput kopi pancung, hampir tersedak membaca barisan nama di undangan tersebut. Tarmizi Hanafi dan Rosmala Putri. Maka, meski tanpa harus membukanya terlebih dahulu. Karim terang saja bisa menebak, bahwa undangan berwarna ungu itu adalah undangan yang kerap diterimanya akhir-akhir ini di bulan Syaban. Undangan yang tanpa tega mencabik-cabik hatinya sebagai seorang lajang untuk masa berlaku yang entah. Untuk menghormati perasaan Karim ini kawan, maka tak perlulah aku menyebutkan lebih lanjut rupa undangan tersebut.
Continue reading “Undangan Tarmizi”

Run All Night: Pembuktian Liam Nesson

sq_run_all_nightSetelah sukses di serial Taken, Liam Nesson kembali beraksi di film terbarunya, Run All Night. Film besutan sutradara Brad Ingelsby ini cukup mengobati kekecewaan penonton pada Film Nesson sebelumnya. Karena pada serial Taken 3, meskipun tergolong sukses. Tapi rasanya ada yang hambar. Kita tidak menemukan Nesson seutuhnya.
Continue reading “Run All Night: Pembuktian Liam Nesson”

Gondi-Gondi Amanullah

IMG_1531Yasharmizal menarik tangan saya. Anak kecil itu tampak tergesa-gesa. Kami keluar dari gedung, lalu berlari menuju tempat penjual mainan. Dengan wajah mengiba, ia menunjuk sebuah pesawat mainan yang digantung. Meskipun saya tak mengerti bahasanya. Tapi saya mengerti apa yang ia maksud. Saya terdiam. Sebenarnya bukan saya tidak ingin membelikan pesawat mainan itu untuknya, hanya saja saya bersama relawan sudah membawa banyak mainan untuk anak-anak Rohingnya ini.

Continue reading “Gondi-Gondi Amanullah”

Dua Doa di Ibu Kota

DSC_0438Harus saya akui, saat ini saya rindu Jakarta. Kota besar itu telah memberikan kesan tersendiri di hati saya. Jakarta denga wajahnya yang sering dicitrakan tak ramah. Ternyata berhasil menarik simpati saya sebagai seorang anak kampung.

Saya di Jakarta hampir dua tahun. selama itu, tentu saja ada banyak cerita yang saya alami. Saya ingat, sebelum berangkat ke Jakarta saya punya doa yang sederhana. Saya memohon kepada Allah, agar setibanya di sana nanti. Tempat tinggal saya tidak jauh dari dua hal. Masjid dan rumah makan Padang.
Continue reading “Dua Doa di Ibu Kota”

Antusiasme Pertemanan

IMG_20150417_133027Tempo hari seorang teman lama mengajak saya bertemu. Hampir tiga tahun kami berpisah. Selama ini, interaksi kami hanya di dunia maya. Setiap komunikasi selalu berjalan hangat. Mengetahui saya telah berada di Banda Aceh, ia pun segera mengatur pertemuan.

Saya sendiri sangat antusias dengan janji tersebut. Lama tak berjumpa, tentu ada banyak hal menarik yang dibicarakan. Paling tidak kami bisa bertukar pengalaman atau menertawakan cerita-cerita masa lalu. Kami bertemu di sebuah warung kopi di pusat kota Banda Aceh. Saya datang sesuai dengan waktu yang telah disepakati. HP saya berdering, ia mengabarkan kalau dirinya datang terlambat. Baiklah, saya memaklumi itu.
Continue reading “Antusiasme Pertemanan”

Berhentilah Membandingkan

IMG_0860Dalam sebuah perbincangan, seorang teman mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan kepada saya. “Kamu enak ya hidupnya, senang terus.” Saya merasa ungkapan itu terlalu berlebihan. Lalu saya mengatakan kepadanya, “saya juga manusia, pernah sedih. Tapi, apakah setiap kesedihan harus dikabarkan”.

Continue reading “Berhentilah Membandingkan”

Senja…

DSCN4284
Bila ada waktu, datanglah ke kampung kami menjelang Magrib. Di sana kau akan mengerti, bagaimana kami memaknai sepi. Jalanan lenggang. Ternak-ternak segera ke peraduan. Lampu-lampu teras dinyalakan. Setiap penghuni rumah terjaga, menanti seruan yang Maha Cinta.
Para lelaki telah berhimpun di sana. Sebuah tempat yang jika setiap orang rela menyambut seruan cintaNya di sana. Maka kesendirian Tuhan ganjarkan 27 kali lipat. Lalu perlahan, setelah seruan cinta mereda. Segala rindu tertunaikan. Maka saksikanlah, sayup-sayup terdengar para bocah merapal aksara Yang Paling Cahaya.
Bila ada waktu, datanglah ke kampung kami menjelang magrib. Di sana kau akan mengerti? Bahwa tak selamanya senja melenyapkan cahaya.

Meranumkan Iman dalam Ketidakpastian

1655859_732929826717475_1479953794_n

Nama lelaki itu Julaibib. Tubuhnya kerdil dan berkulit gelap. Hidupnya fakir dan berpenampilan tidak menarik. Ia adalah lelaki yang tidak bernasab. Sebab ketika lahir, Julaibib tidak tahu ayah dan ibunya. Bagi penduduk Yastrib ketika itu, hidup tanpa nasab adalah cacat sosial yang besar. Maka Julaibib adalah ironi dari segala ironi. Kondisinya yang demikian, sering kali membuat dirinya tak dianggap.
Hingga kemudian Allah berkehendak lain. Hidayah menyentuh lembut hatinya. Setelah itu, Julaibib adalah sosok yang selalu berada di shaf terdepan saat shalat maupun berjihad. Tapi penampilannya yang tidak menarik itu, tetap membuat sebagian orang tidak peduli padanya. Namun, tidak demikian pada Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah menemui Julaibib yang saat itu tinggal di Shuffah Mesjid Nabawi.
Continue reading “Meranumkan Iman dalam Ketidakpastian”

Gone Baby Gone: Biarkan Anak Itu Bersama Ibunya

540_293_resize_20121101_2794f56e640c2cd0f3a401bd1901752c_jpg
Saya sepakat, bahwa memang tak ada film yang sempurna. Begitu pula dalam film garapan Ben Affleck ini. Konflik dalam film ini rumit dan terlalu dipaksakan. Sebagian artisnya begitu tidak fungsional. Cerita bermula ketika Helene kehilangan anaknya. Helene yang diperankan oleh Amy Ryan adalah seorang single parent. Hidupnya kacau, ia mengkonsumsi narkoba dan berteman dengan pengedarnya. Gaya hidupnya yang seperti itu membuat Helen lupa, bahwa ia punya tanggung jawab penting. Yaitu menjadi seorang ibu.
Continue reading “Gone Baby Gone: Biarkan Anak Itu Bersama Ibunya”

Whiplash: Mau Sukses Jangan Malas

Brody-Whiplash-1200
Ini film tentang musik yang sepanjang cerita membuat kita sangat emosional. Tak salah kalau IMDb memberikan ponten 8,2 untuk film produksi Sony Pictures Classic ini. Andrew, seperti anak muda kebanyakan di Amerika. Ia bercita-cita menjadi seorang musisi hebat. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Andrew pun masuk sekolah musik ternama yaitu Shaffer.

Andrew harus bersabar untuk mendapatkan posisi inti dalam grup composer. Ia berlatihan keras menjadi seorang drumer. Sampai suatu ketika Flechter sang guru memperhatikan Andrew berlatih drum. Flecther meminta Andrew memainkan drumnya lagi. Sampai di sini, orang-orang pasti akan mengira cerita ini akan seperti drama kebanyakan. Sang guru akan memuji, lalu mengatakan “Luar biasa, kau adalah anak yang kucari.”

Continue reading “Whiplash: Mau Sukses Jangan Malas”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑